Kegiatan 1

Pencemaran Air

Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat menganalisa faktor-faktor pencemaran air dengan tepat.
  2.  Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat menjelaskan solusi penanggulangan pencemaran air dengan tepat.
  3. Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat membuat gagasan tertulis tentang solusi pemecahan masalah pada pencemaran air dengan logis dan unik.

Kegiatan Pendahuluan

Perhatikan dua video berikut ini!

Sumber: The Dodo, 2017

Sumber: The Dodo, 2017

Apa perasaan kalian melihat video-video diatas? Apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi? Apakah pencemaran air hanya berasal dari sampah plastik saja?

Materi Pencemaran Air

Pencemaran Air dan Hubungannya dengan Industri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Air merupakan faktor abiotik terpenting untuk menunjang kehidupan di Bumi. Sebanyak 90% penyusun muka bumi adalah air. Dan tubuh manusia 70% – 80% juga terdiri dari air.Gambar 1. Jumlah Air di Bumi
Sumber: Anonim, 2017Gambar 2. Jumlah Air dalam Tubuh Manusia
Sumber: Anonim, 2011

Hal ini membuat air merupakan komponen yang paling dibutuhkan oleh organisme. Tahukah kamu, secara fisik manusia bisa hidup tanpa air hingga maksimal 3-5 hari. Sementara untuk menahan lapar manusia bisa bertahan tidak makan hingga 8 minggu dengan catatan masih mengonsumsi air. Sebegitu pentingnya air, sehingga kebersihan lingkungan air harus selalu dijaga.

Seperti yang kita ketahui, dari 90% air di Bumi, ternyata hanya ada 3% air tawar dan air tawar terbanyak adalah yang tersimpan pada bongkahan es di kutub selatan yaitu sebanyak 68%, sedangkan sisanya adalah yang dapat kita gunakan untuk kehidupan sehari-hari. Sementara, pencemaran pada air membuat kebanyakan air tawar tidak bisa dipakai.

Bagaimana keadaan air tawar bersih di Kabupaten Magetan?

Sungai terbesar di Kabupaten Magetan yaitu Sungai Gandong telah tercemar selama berpuluh-puluh tahun oleh limbah industri penyamakan kulit. Air bersih yang dahulu mengalir di Sungai Gandong sudah tidak bisa dinikmati oleh warga sekitar lagi. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Gambar 3. Sungai Gandong yang Tercemar
Sumber: Ramzi, 2016

Penyamakan kulit seperti kita tahu merupakan proses pengolahan kulit hewan menjadi bahan kulit yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk-produk tertentu. Proses penyamakan kulit dapat dilihat pada link berikut ini (LINK).

Faktor Pencemaran Air dan Hubungannya dengan Industri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Proses penyamakan kulit di Kabupaten Magetan telah secara drastis menurunkan kualitas air bersih di Kabupaten Magetan, terutama bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai tercemar limbah. Penyamakan kulit memanfaatkan air dalam jumlah yang sangat besar pada setiap tahapan prosesnya. Sedangkan, output dari proses tersebut adalah limbah cair yang sangat berbahaya karena mengandung Amonia (NH3) dan Krom (Cr).

Krom yang paling mendominasi limbah penyamakan kulit, karena bahan utama penyamakan kulit adalah garam krom. Pada proses penyamakan kulit, garam krom berfungsi untuk mengawetkan kulit dan menjaga kualitas kulit tersamak.Gambar 4. Proses Penyamakan Kulit
Sumber: Dokumentasi Penulis, 2018

Garam Krom digunakan pada saat proses pengasaman (pickling), untuk proses penyamakan lebih lengkap dapat dilihat pada halaman berikut (klik disini). Proses pengasaman dilakukan dengan mencuci berkali-kali kulit yang dicampurkan bahan-bahan kimia salah satunya adalah garam Krom. Air yang digunakan untuk mencuci mengandung logam berat Krom akhirnya dibuang sebagai limbah.

Pembuangan limbah cair yang sembarangan tentu saja akan merusak ekosistem tempat pembuangan, dimana kebanyakan pelaku industri membuangnya langsung ke sungai terdekat.

Dampak Pencemaran Air Akibat Industri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Dampak pencemaran air sangat beragam, karena air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup. Hal-hal dibawah ini merupakan dampak yang dirasakan oleh warga Kabupaten Magetan terhadap pencemaran air akibat limbah penyamakan kulit:

  1. Musnahnya kehidupan ikan air tawar yang berada di Sungai Gandong.
  2. Air di sungai yang tercemar tidak dapat digunakan lagi untuk mandi, mencuci, dan untuk dikonsumsi.
  3. Rusaknya estetika sungai di Kabupaten Magetan, terutama Sungai Gandong.
  4. Pertanian yang mengalami susah mendapat air bersih, karena air dari sungai tercemar sudah tidak bisa lagi digunakan.
  5. Peternak sudah tidak bisa lagi memandikan ternak mereka di sungai tercemar karena dapat menimbulkan penyakit bagi ternak mereka.

Solusi Pencemaran Air Akibat Industri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Sumber utama limbah pada pencemaran air di Kabupaten Magetan adalah limbah industri penyamakan kulit. Solusi dari limbah tersebut tentu saja adalah pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Kabupaten Magetan melalui UPT Industri dan Produk Kulit Magetan telah membangun IPAL di dekat daerah terbesar industri kulit yaitu Desa Ringinagung. (memberikan link menuju postingan IPAL Industri Kulit Magetan).

Pengolahan melalui IPAL ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan). Primary treatment (pengolahan pertama) bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi. Secondary treatment (pengolahan kedua) bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah. Tertiary treatment (pengolahan lanjutan) berfungsi penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.Gambar 5. IPAL
Sumber: Dokumentasi Penulis, 2018

Industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan sudah memiliki IPAL, lalu kenapa ya pencemaran air akibat limbah penyamakan tetap terjadi? Lanjutkan kegiatan belajar kalian dengan melakukan diskusi kelompok di bawah ini!

Kegiatan Siswa

Orientasi pada Masalah

Perhatikan video dibawah ini!

Sumber : BBS TV Madiun, 2018

Setelah memperhatikan video di atas, bagaimana karakteristik air tercemar limbah penyamakan kulit di Kabupaten Magetan? Untuk mengetahui lebih lanjut karakteristik air tercemar limbah penyamakan kulit, lakukanlah kegiatan berikut!

Organisasi Siswa untuk Belajar

Video di atas merupakan sebuah masalah pencemaran air di Kabupaten Magetan berkaitan dengan adanya aktivitas industri penyamakan kulit, yang akan dipecahkan bersama-sama pada pertemuan kali ini.

Investigasi Kelompok

  • Bentuklah kelompok masing-masing beranggotakan 4-5 orang siswa sesuai arahan guru.
  • Amatilah video denganseksama dan diskusikan hal-hal berikut ini dengan seluruh anggota kelompokmu.

Investigasi Kelompok

Tahukah kalian seperti apa ciri-ciri air yang tercemar?

Tujuan: mengidentifikasi ciri-ciri air  tercemar.

Alat dan Bahan:

  • 3 Buah plastik bekas
  • Indikator universal
  • Termometer
  • Air kran 100 ml
  • Air bekas cucian 100 ml
  • Air limbah penyamakan kulit 100 ml
  • Kertas label

Langkah Kerja:

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Beri label A, B, dan C pada masing-masing plastik bekas.
  3. Masukkan air kran pada gelas A, air bekas cucian pada gelas B, dan air limbah pada gelas C.
  4. Amatilah hal-hal dibawah ini:
  • Suhu
  • Warna
  • pH
  • Bau
  1. Catatlah pada tabel pengamatan yang telah disediakan.

Tabel Pengamatan

NoKarakteristikGelas AGelas BGelas C
1.Warna
2.Bau
3.Endapan
4.pH

Diskusikanlah hasil pengamatan kalian dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada!

  1. Jika ketiga air dalam gelas tersebut merupakan air dari 3 sungai berbeda, sungai manakah yang paling berbahaya untuk kehidupan makhluk hidup?
  2. Bagaimana dengan kondisi Sungai Gandong di Kabupaten Magetan?
  3. Sebutkan minimal 3 solusi logis yang menurut kalian bisa dilakukan agar pencemaran air  tersebut dapat berkurang atau bahkan terpecahkan!
  4. Dari solusi-solusi yang telah kalian sebutkan diatas, manakah solusi yang menurut kalian paling logis dan ideal untuk memecahkan masalah pencemaran air di Kabupaten Magetan?
  5. Jika solusi pada nomor 3 yang kalian pilih benar-benar akan diterapkan oleh pemerintah, bagaimana kekurangan dan kelebihan dari solusi tersebut? (berkaitan dengan biaya, waktu, dan tenaga)

Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil

  • Tuliskan hasil diskusimu pada tabel di bawah ini. Agar diskusi kalian berjalan baik dan menghasilkan tulisan yang logis, gunakan modul ini sebagai sumber belajar utama. Kalian boleh menggunakan sumber lain untuk belajar, misalkan Google dan Buku Siswa (Buku Paket).
  • Setelah itu, presentasikanlah hasil diskusi yang telah kalian kerjakan dengan tertib dan bertanggung jawab.

Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

Pada saat melakukan presentasi, diskusikan bersama kelompok lain tentang kesulitan yang akan dihadapi dalam melaksanakan solusi pemecahan masalah! Mintalah saran dan masukan dari teman-temanmu.

Tahukah kamu, di Afrika Selatan terjadi krisis air yang sangat memprihatinkan?
LINK

Kegiatan Individu

Pencemaran air sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Industri penyamakan air memanfaatkan air bersih dalam jumlah yang sangat besar, namun menghasilkan limbah cair yang kemudian mencemari lingkungan dalam jumlah besar pula. Disatu sisi, di daerah lain banyak terjadi kekurangan air (krisis air bersih).
Mari berhemat air!
Manfaatkan air bersih dengan bijak, dan jagalah air bersih yang sudah ada dengan tidak mencemarinya!

Glosarium

  • Pencemaran lingkungan : masuknya zat atau komponen ke dalam suatu lingkungan yang menyebabkan rusaknya lingkungan baik secara fisika, kimia, maupun biologi.
  • Pencemaran tanah : masuknya bahan kimia berbahaya buatan manusia yang merusak sifat alami tanah.
  • Polutan alami : zat pencemar yang berasal dari kejadian alam atau bencana alam.
  • Polutan buatan : zat pencemar yang berasal dari limbah aktivitas manusia.
  • Parameter pencemaran fisika : parameter pencemaran yang terdiri dari warna, tekstur, bau, dan rasa.
  • Parameter pencemaran kimia : parameter pencemaran yang terdiri dari pH.
  • Parameter pencemaran biologi : parameter pencemaran yang dilihat dari ada atau tidaknya makhluk hidup pada lingkungan tersebut.
  • Sampah biodegradable : sampah yang mudah diuraikan oleh bakteri pengurai.
  • Sampah non biodegradable : sampah yang sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk diuraikan oleh bakteri pengurai.
  • Penyamakan kulit : proses pengolahan kulit hewan dengan menggunakan air dan bahan kimia dalam jumlah yang besar, sehingga menghasilkan kulit jadi yang siap digunakan untuk membuat produk-produk seperti sepatu, dompet, ikat pinggang, jok kursi dan lain sebagainya.
  • Amonia : salah satu bahan B3 dan merupakan limbah utama dari proses penyamakan kulit.
  • Krom : salah satu bahan B3 dan merupakan limbah utama dari proses penyamakan kulit dan bersifat karsinogenik.
  • Limbah : bahan buangan dari proses industri.
  • B3 : Bahan Berbahaya dan Beracun.
  • IPAL : Instalasi Pengolahan Air Limbah.
  • 4R : Reduce, Reuse, Recycle, dan Repair.
  • Karsinogenik : bersifat karsinogen atau dapat menyebabkan kanker.
  • Remediasi in situ : kegiatan membersihkan permukaan tanah yang tercemar secara langsung di tempat tercemar.
  • Remediasi exsitu : kegiatan membersihkan permukaan tanah yang tercemar tidak secara langsung di tempat tercemar.
  • Bioremediasi : kegiatan membersihkan permukaan tanah yang tercemar dengan cara menambahkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk melakukan perbaikan secara alami.
  • Primary treatment : tahap pertama pengolahan limbah melalui IPAL yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi.
  • Secondary treatment : tahap kedua pengolahan limbah melalui IPAL yang bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah.
  • Tertiary treatment : tahap lanjutan pengolahan limbahmelalui IPAL yang berfungsi penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnyanitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganismepatogen.

Daftar Pustaka

Anonim. (2017). Water Advanced. Retrieved from https://www.ck12.org/book/CK-12-Biology-Advanced-Concepts/section/2.7/

Anonim. (2011). Cairan Tubuh dan Keseimbangan Asam Basa. Retrieved from http://duniabiokimia.blogspot.com/2011/03/cairan-tubuh-dan-keseimbangan-asam-basa.html

BBS TV Madiun. (2018). Enam Desa Di Magetan Terdampak Limbah Pengolahan Kulit. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=EAgE4IiGfcU

Charity Water. (2011). Water Changes Everything. Retreved from https://www.youtube.com/watch?v=BCHhwxvQqxg

Hoefnagels, M. (2012). Biology: Concepts and Investigations Second Edition. New York: McGraw-Hill.

Irianto, I. K. (2015). Bahan Ajar Pencemaran Lingkungan. Denpasar: Unwar Press

Kemendikbud. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Semester 2. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Murti, R. S., Purwanti, C. M. H., & Suyatini. (2013). Adsorpsi Amonia dari Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Menggunakan Abu Terbang Bagas. e-journal Kementrian Perindustrian, 29 (2). Retrieved from http://ejournal.kemenperin.go.id/mkkp/article/view/195

Ramzi, M. (2016). Pemerintah Dinilai Gagal Atasi Limbah Kali Gandong. Retrieved from http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=33357

Sakti TV. (2016). Pencemaran Limbah LIK di Sungai Kali Gandong.Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=D1lGZQgl3SI

Sugiarto, T. & Ismawati, E. (2008). Ilmu pengetahuan alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sumampouw, O. J. (2015). Diktat Pencemaran Lingkungan. Artikel. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/278243063

Suparno, O., Cobvington, A. D.,& Evans, C. S. (2010). TeknologiBaru Penyamakan Kulit Ramah Lingkungan: Penyamakan Kombinasi Menggunakan Penyamak Nabati, Naftol dan Oksazolidin. Jurnal Teknik Industri Pertanian, 18(2). Retrieved from journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/4752/3223

The Dodo. (2017). Sea TurtleTangled In Trash Saved by Awesome Guy. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=I4nzWTW2QS4

The Dodo. (2017). Shark ThanksDiver For Removing Nasty Hook. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=7vkBD-p_ol8

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Wasis & Irianto, S. Y. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *