Kegiatan 2

Pencemaran Udara

Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat menganalisa faktor-faktor pencemaran udara dengan tepat.
  2. Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat menganalisa dampak pencemaran udara dengan tepat.
  3. Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat menjelaskan berbagai solusi penanggulangan pencemaran udara dengan tepat.
  4. Melalui pengamatan, kajian pustaka, dan diskusi tentang pencemaran lingkungan akibat limbah penyamakan kulit, siswa dapat membuat gagasan tertulis tentang solusi pemecahan masalah pada pencemaran udara dengan logis dan unik.

Kegiatan Pendahuluan

Pada Kegiatan 1, telah dipaparkan bahwa salah satu komponen abiotik yang sangat berperan penting pada kehidupan makhluk hidup adalah tanah. Tanah merupakan tempat makhluk hidup berpijak, mencari kebutuhan-kebutuhan pokok, dan kebutuhan tambahan lainnya. Namun, tentu saja kebutuhan akan komponen abiotik tidak hanya pada tanah saja, ada pula yang kedua adalah udara.

Udara merupakan faktor abiotik yang sangat penting untuk menunjang kehidupan makhluk hidup (biotik). Udara mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, salah satunya adalah penunjang kehidupan sebagian besar makhluk hidup, yaitu Oksigen (O2). Dalam atmosfer Bumi, Oksigen hanya berjumlah sekitar 20% saja dari total keseluruhan zat-zat lainnya. Oksigen berperan dalam pembentukan ATP (energi) melalui pembakaran karbohidrat di dalam tubuh. Di luar tubuh, Oksigen juga mempengaruhi proses pembakaran benda-benda yang dibakar menggunakan api. Api tidak akan bisa menyala tanpa adanya Oksigen.

Perhatikan gambar komposisi udara di bawah ini!

Gambar 1. Komposisi Udara dalam Atmosfer
Sumber: Anonim, 2017

Komponen-komponen udara tersebut tidak selalu sejumlah yang berada pada gambar diatas, tetapi bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Perubahan tersebut dapat berasal dari kejadian alam (gunung meletus) maupun berasal dari manusia. Kemajuan teknologi dan industri telah berdampak paling besar pada perubahan komposisi zat di udara. Perubahan kadar zat yang terdapat dalam udara yang kemudian melebihi ambang batas normal disebut pencemaran udara.

Tahukah kamu, bahwa jumlah komponen-komponen dalam udara tersebut tidak selalu tetap?
LINK

Sebelum membahasnya lebih jauh, perhatikan gambar-gambar dibawah ini!

Gambar 1

Gambar 2


Setelah mengamati gambar diatas, apa sajakah perbedaan yang muncul pada Gambar 1 dengan Gambar 2? Bagaimana perasaanmu? Jika  disuruh memilih, di daerah yang mana kalian akan tinggal?

Bagaimana ciri-ciri udara tercemar?

Apakah udara yang tidak berwarna selalu merupakan udara yang bersih?

Mari kita lanjutkan pembelajaran dengan memahami materi berikut ini!
Semangat!

Materi Pencemaran Udara

Pencemaran Udara dan Hubungannya dengan Idustri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Pencemaran udara dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Pencemaran udara primer : pencemaran udara yang disebabkan langsung oleh bahan pencemar atau kebanyakan melalui reaksi pembakaran. Contohnya adalah bau busuk dari limbah penyamakan kulit di Kabupaten Magetan dan asap pembakaran bahan bakar.
  2. Pencemaran udara sekunder : pencemaran udara yang tidak disebabkan langsung oleh bahan pencemar, akan tetapi bahan pencemar tersebut bereaksi dengan bahan pencemar lain atau senyawa alami lain di udara. Contohnya adalah reaksi fotokimia pembentukan ozon.

Industri penyamakan kulit menyebabkan pencemaran udara? Mengapa? Padahal dalam industri itu tidak menghasilkan asap seperti industri lainnya.

Industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan memang tidak menghasilkan asap apapun, tetapi mari kita lihat lebih dalam proses penyamakan kulit melalui video atau gambar berikut ini.

Video 1. Proses Penyamakan Kulit
Sumber: Kominfo Kabupaten Magetan

Gambar 2. Alat Penyamakan Kulit
Sumber: Dokumentasi Penulis, 2018

Gambar 3. Proses Penghilangan Daging
Sumber: Dokumentasi Penulis, 2018

Menurut kamu, darimana proses penyamakan kulit, mana sajakah bahan-bahan atau proses yang dapat menyebabkan pencemaran udara? Mari kita lanjutkan materinya.

Faktor Pencemaran Udara dan Hubungannya dengan Idustri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Sama seperti pencemaran tanah pada pertemuan sebelumnya, faktor pencemaran udara juga disebabkan oleh aktivitas alam dan aktivitas manusia. Aktivitas alam contohnya adalah senyawa metana yang masuk ke atmosfer akibat kotoran ternak serta aktivitas gunung berapi yang mengeluarkan banyak asap dan debu. Aktivitas manusia contohnya adalah pembakaran sampah, asap kendaraan, asap rokok, CFC, asap industri, dan limbah industri yang membusuk.

Gambar 4. Polusi Asap Rokok
Sumber: Anonim, 2018

Seperti kalian ketahui, limbah industri kulit menghasilkan limbah cair, padat, dan gas. Limbah cair berasal dari limbah utama penyamakan, limbah padat berasal dari sisa daging dan bulu, serta limbah gas berasal dari cat yang digunakan.

Akan tetapi, meskipun limbah utama penyamakan berupa cair, ternyata limbah tersebut mempengaruhi kualitas udara. Sebenarnya limbah cair yang tidak diproses dengan baik dan benar, akan tercampur dengan limbah padat yang kemudian memenuhi aliran sungai. Limbah cair dan padat tersebut akan mengalami pembusukan jika tidak segera diatasi. Pembusukan tersebut menyebabkan kualitas udara menurun.

Meskipun udara di Kabupaten Magetan tidak berubah warna akibat penyamakan kulit, tetapi penurunan kualitas udara yang disebutkan sebelumnya merupakan salah satu ciri udara tercemar. Jika kita bernafas dengan udara bersih maka seharusnya udara tersebut tidak memiliki warna, bau, rasa, dan zat-zat kimia pencemar. Akan tetapi, udara di Kabupaten Magetan sekitar daerah industri penyamakan memiliki bau menyengat seperti bau daging yang busuk dan sangat mengganggu aktivitas warga.

Dampak Pencemaran Udara Akibat Idustri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Banyaknya gas CO2 dapat menyebabkan efek rumah kaca (link tentang proses efek rumah kaca), banyaknya gas CFC dapat merusak lapisan Ozon (link tentang proses perusakan lapisan Ozon), lalu bagaimana dampak penyamakan kulit terhadap makhluk hidup?

Pada masing-masing makhluk hidup telah memiliki lingkungan ideal agar mereka bisa hidup dengan baik, sehat, dan tanpa gangguan lingkungan. Industri penyamakan kulit telah merusak lingkungan dan menyebabkan masalah kesehatan bagi warga.

Salah satunya adalah gejala mual-mual dan pusing yang sering dialami oleh warga, serta munculnya penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) yang diderita oleh banyak warga di sekitar lingkungan tercemar limbah industri penyamakan kulit.

Bacalah artikel berikut ini agar kamu semakin mengerti tentang dampak pencemaran udara oleh limbah penyamakan kulit: LINK

Solusi Pencemaran Udara Akibat Idustri Penyamakan Kulit di Kabupaten Magetan

Sumber utama limbah pada pencemaran udara di Kabupaten Magetan adalah limbah industri penyamakan kulit. Solusi dari limbah tersebut tentu saja adalah pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Kabupaten Magetan melalui UPT Industri dan Produk Kulit Magetan telah membangun IPAL di dekat daerah terbesar industri kulit yaitu Desa Ringinagung. LINK : Cara Pengolahan Limbah Melalui IPAL

Pengolahan melalui IPAL ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan). Primary treatment (pengolahan pertama) bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi. Secondary treatment (pengolahan kedua) bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah. Tertiary treatment (pengolahan lanjutan) berfungsi penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.

Bau busuk di udara disebabkan adanya pembusukan sisa-sisa daging dan kulit yang tidak diperlukan lagi. Pada IPAL, sisa-sisa daging dan kulit tersebut dipisahkan dengan limbah cair pada proses yang dinamakan pengendapan di bak sedimentasi, dikeringkan, dan dibuang di TPS.

Gambar 5. Sisa Kulit
Sumber: Dokumentasi Penulis, 2018

Industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan sudah memiliki IPAL, lalu kenapa ya pencemaran tanah akibat limbah penyamakan tetap terjadi? Lanjutkan kegiatan belajar kalian dengan melakukan diskusi kelompok dibawah ini!

Kegiatan Siswa

Orientasi pada Masalah

Setelah membaca dan memahami materi tentang pencemaran udara, ayo kita identifikasi masalah dibawah ini!

Video 1. Pencemaran di Kabupaten Magetan
Sumber: Anonim, 2018

Organisasi Siswa untuk Belajar

Video di atas merupakan sebuah masalah pencemaran udara di Kabupaten Magetan berkaitan dengan adanya aktivitas industri penyamakan kulit, yang akan dipecahkan bersama-sama pada pertemuan kali ini.

Investigasi Kelompok

  • Bentuklah kelompok masing-masing beranggotakan 4-5 orang siswa sesuai arahan guru.
  • Bacalah artikel diatas dengan seksama dan diskusikan hal-hal berikut ini dengan seluruh anggota kelompomu.
  1. Masalah-masalah apa saja yang dapat kalian amati dari video diatas? Adakah pencemaran udara yang terjadi akibat masalah di atas? Tuliskan beserta penjelasan masing-masing masalah yang kalian temukan!
  2. Sebutkan minimal 3 solusi logis yang menurutkalian bisa dilakukan agar pencemaran udara tersebut dapat berkurang atau bahkan terpecahkan!
  3. Dari solusi-solusi yang telah kalian sebutkan diatas, manakah solusi yang menurut kalian paling logis dan ideal untuk memecahkan masalah pencemaran udara di Kabupaten Magetan?
  4. Jika solusi pada nomor 3 yang kalian pilih benar-benar akan diterapkan oleh pemerintah, bagaimana kekurangan dan kelebihan dari solusi tersebut? (berkaitan dengan biaya, waktu, dan tenaga).

Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil

  • Tuliskan hasil diskusimu pada tabel di bawah ini. Agar diskusi kalian berjalan baik dan menghasilkan tulisan yang logis, gunakan modul ini sebagai sumber belajar utama. Kalian boleh menggunakan sumber lain untuk belajar, misalkan Google dan Buku Siswa (Buku Paket).
  • Setelah itu, presentasikanlah hasil diskusi yang telah kalian kerjakan dengan tertib dan bertanggung-jawab.

Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

Pada saat melakukan presentasi, diskusikan bersama kelompok lain tentang kesulitan yang akan dihadapi dalam melaksanakan solusi pemecahan masalah! Mintalah saran dan masukan dari teman-temanmu.

Kegiatan Individu

Mulailah mencintai lingkungan sekitar seperti kalian mencintai diri sendiri dan keluarga dengan cara melakukan hal-hal berikut:

Bersihkan kamarmu setiap hari agar terhindar dari bau taksedap yang ditimbulkan oleh bakteri.

Tanamlah bibit pohon mulai dari sekarang. Setelah 20tahun, kamu mungkin akan bisa berteduh di bawah pohon tersebut bersama keluargayang kamu cintai.

Buang sampah pada tempat sampah, agar lingkunganmu selalu bersih dan tidak bau.

Glosarium

  • Pencemaran udara : masuknya bahan kimia berbahaya buatan manusia yang merusak sifat alami udara.
  • Polutan alami : zat pencemar yang berasal dari kejadian alam atau bencana alam.
  • Polutan buatan : zat pencemar yang berasal dari limbah aktivitas manusia.
  • Biotik : komponen sebuah sistem yang terdiri dari makhluk hidup.
  • Abiotik : komponen sebuah sistem yang terdiri dari makhluk tidak hidup.
  • Pencemaran udara primer : pencemaran udara yang disebabkan langsung oleh bahan pencemar atau kebanyakan melalui reaksi pembakaran.
  • Pencemaran udara sekunder : pencemaran udara yang tidak disebabkan langsung oleh bahan pencemar, akan tetapi bahan pencemar tersebut bereaksi dengan bahan pencemar lain atau senyawa alami lain di udara.
  • Reaksi fotokimia ozon : reaksi pembentukan ozon secara alami di atmosfer secara fotokimia.
  • Penyamakan kulit : proses pengolahan kulit hewan dengan menggunakan air dan bahan kimia dalam jumlah yang besar, sehingga menghasilkan kulit jadi yang siap digunakan untuk membuat produk-produk seperti sepatu, dompet, ikat pinggang, jok kursi dan lain sebagainya.
  • CFC : Chlorofluoro Carbon, merupakan suatu senyawa organik yang mengandung karbon, klorin, dan fluorin yang dapat merusak Ozon.
  • Limbah : bahan buangan dari proses industri.
  • B3 : Bahan Berbahaya dan Beracun.
  • IPAL : Instalasi Pengolahan Air Limbah.
  • Primary treatment : tahap pertama pengolahan limbah melalui IPAL yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi.
  • Secondary treatment : tahap kedua pengolahan limbah melalui IPAL yang bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah.
  • Tertiary treatment : tahap lanjutan pengolahan limbah melalui IPAL yang berfungsi penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.

Daftar Pustaka

Anonim. (2018). BLH & Satpol PP Magetan, Segera Menindak SoalLimbah Pabrik Kulit. Retrieved from https://www.facebook.com/OriginalPlatAE/videos/blh-satpol-pp-magetan-segera-menindak-soal-limbah-pabrik-kulitberitatrendscom-ma/1818448298188659/

Anonim. (2018). Duh, Kabut Asap Mulai Masuki Rumah Warga. Retrieved from http://www.tilik.id/read/2018/09/17/8003/duh-kabut-asap-mulai-masuki-rumah-warga

Anonim. (2018). Stop Berpandangan Bahwa Perokok Pasif Lebih Berbahaya. Retrieved from https://www.kompasiana.com/robbymaulanaaaa/5a7047f5cbe5236f6832ad63/stop-berpandangan-bahwa-perokok-pasif-lebih-berbahaya

Anonim. (2017). Bagaimana Jika Atmosfer Tiba-tiba Menjadi 100% Oksigen?.Retrieved from https://www.aboutspace.id/bagaimana-jika-atmosfir-tiba-tiba-menjadi-100-oksigen/

Anonim. (2017). Weitere Aktuelle Bewertungen. Retrieved from https://www.tripadvisor.ch/LocationPhotoDirectLink-g3398772-d3367521-i118970875-Sarangan_Lake-Magetan_East_Java_Java.html

Anonim. (2015). Bahaya Emisi CO dan Pb. Retrieved from http://blogger-fkumsu.blogspot.com/2015/07/bahaya-emisi-co-dan-pb.html

Anonim. (2012). Indahnya Alam Indonesia, Kabut di Hutan AntaraSarangan Tawangmangu. Retrieved from http://id.geoview.info/indahnya_alam_indonesia_kabut_di_hutan_antara_sarangan_n_tawangmangu,65515843p

Hoefnagels, M. (2012). Biology: Concepts and Investigations Second Edition. New York: McGraw-Hill.

Irianto, I. K. (2015). Bahan Ajar Pencemaran Lingkungan. Denpasar: Unwar Press

Kemendikbud. (2017). IlmuPengetahuan Alam Kelas VII Semester 2. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Kominfo Kabupaten Magetan. (2018). Penyamak Kulit Magetan. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=WD0-sC4xxD0&t=4s

Murti, R. S., Purwanti, C. M. H., & Suyatini. (2013). Adsorpsi Amonia dari Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Menggunakan Abu Terbang Bagas. e-journal Kementrian Perindustrian, 29 (2). Retrieved from http://ejournal.kemenperin.go.id/mkkp/article/view/195

Sugiarto, T. & Ismawati, E. (2008). Ilmu pengetahuan alam 1 : untuk SMP/MTs/ kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sumampouw, O. J. (2015). Diktat Pencemaran Lingkungan. Artikel. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/278243063

Suparno, O., Cobvington, A. D.,& Evans, C. S. (2010). Teknologi Baru Penyamakan Kulit Ramah Lingkungan: Penyamakan Kombinasi Menggunakan Penyamak Nabati, Naftol dan Oksazolidin. Jurnal Teknik Industri Pertanian, 1 8(2). Retrieved from journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/4752/3223

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Wasis & Irianto, S. Y. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *