Uncategorized

Proses Pengolahan Limbah di IPAL Kabupaten Magetan

Alur penjernihan limbah penyamakan kulit di IPAL Kabupaten Magetan adalah sebagai berikut:

  • Air limbah yang bercampur dengan endapan (sisa daging dan kulit) disaring menggunakan saringan yang terpasang diantara 2 bak.
Gambar 1. Bak Penyaring
Sumber: DokumentasiPenulis, 2018
  • Bahan padat yang berhasil dipisahkankemudian diendapkan dan dikeringkan pada bak pengering.
  • Air limbah yang telahdisaring kemudian dialirkan menuju bak inlet. Bak inlet ini berfungsi untukmengekualisasi (menghomogenkan) sifat air limbah.
Gambar 2. Bak Inlet
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018
  • Air limbah dari bak inlet selanjutnya dipompa menuju ke bak kimiawi.
  • Bak kimiawi terdiri dari dua bak yaitu:
  • Bak 1 merupakan bak untuk menetralisasi air limbah. Air limbah yang awalnya memiliki pH 12 diturunkan sampai mendekati netral menggunakan asam sulfat. Selain itu diberikan pula air tawas agar bau limbah hilang.
  • Bak 2 merupakan bak flokuasi yang berfungsi untuk mengendapkan bahan-bahan terlarut menggunakan flokul
  • an.
Gambar 3. Bak Kimiawi
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018
  • Air limbah dari bak kimiawi kemudian dialirkan menuju bak sedimentasi. Bak sedimentasi merupakan bak pengendapan. Tiap 2 jam sekali bak sedimentasi akan dikuras dan menghasilkan banyak lumpur. Lumpur tersebut kemudian dipindahkan ke dalam bak pengumpul lumpur, dikeringkan, dan dibuang di TPS umum karena sudah tidak terlalu berbahaya bagi lingkungan.
Gambar 4. Bak Sedimentasi
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018
  • Air limbah yang sudah dipisahkan dengan lumpur kemudian dialirkan menuju bak aerasi. Bak aerasi pada IPAL Kabupaten Magetan menggunakan sistem aerasi biologis karena memanfaatkan tinja dan menggunakan alat bernama aerator. Air limbah ditambahkan O2 agar bakteri pada tinja dapat hidup.
  • Prinsip kerja bak aerasi adalah tinja yang menempel di lumpur akan mengikat lumpur dan menghasilkan lumpur aktif yang bersifat aerob. Sedangkan bakteri tinja akan menguraikan zat organik pada air limbah. Hasil dari proses ini akan diendapkan kembali pada bak sedimentasi 2 dan kemudian disaring kembali pada bak filtrasi.
Gambar 5. Bak Aerasi Biologis
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018
  • Setelah dari bak filtrasi, limbah sudah memiliki pH 7 (netral) dan tidak memiliki bau.
Gambar 6. Tempat Pengecekan pH dan Bau Air Limbah
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018
  • Air limbah yang sudah netral akan dialirkan pada outlet IPAL menuju irigasi di luar IPAL dan kemudian berakhir di Sungai Gandong.
Gambar 7. Tempat Penyaringan Terakhir Air Limbah
Sumber : Dokumentasi Penulis. 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *