Uncategorized

Proses Penyamakan Kulit

Beam House (Pra Penyamakan)

Beam house merupakan tahap awal penyamakan kulit, dimana kulit sapi mentah dibersihkan dari daging dan bulu. Pembersihan tersebut dinamakan dengan proses pengapuran. Bahan-bahan yang digunakan untuk membersihkan kulit antara lain adalah:

  • Teepol (cairan pembersih)
  • Natrium Bikarbonat
  • Na2S
  • Kapur

Fungsi dari keempat bahan tersebut adalah untuk merusak jaringan daging sekaligus mengawetkan agar tidak bisa lagi dibusukkan oleh bakteri pengurai. Hasil dari proses beam house adalah kulit mentah yang menebal akibat proses perendaman. Tekstur kulit mentah menjadi sedikit lembek sehingga mudah untuk dihilangkan daging dan bulunya secara manual.

Gambar 1. Alat Penyamakan Kulit
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018

Gambar 2. Proses Penghilangan Bulu dan Daging
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018

Limbah utama pada proses beam house adalah sisa-sisa kulit, daging, dan bulu yang tercampur jadi satu dan bertekstur sangat lembek. Bahan-bahan sisa ini akan mudah terbusukkan oleh bakteri pengurai. Selain limbah padat, proses beam house juga menghasilkan limbah cair yang berasal dari air yang telah bercampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya.

Tanning (Penyamakan)

Kulit yang telah dikapurkan kemudian dipisahkan dari cairan pengapurnya. Setelah itu memasuki tahap tanning, kulit sapi yang masih mentah diberikan bahan penyamak utama yaitu soda kue, ZA (rabuk), asam sulfat, dan garam krom. Fungsi bahan-bahan tersebut adalah untuk menghilangkan lemak dan protein kulit, sehingga kulit menjadi awet.

Limbah yang dihasilkan pada proses tanning berupa limbah cair yang bercampur dengan padatan-padatan sisa. Limbah cair tersebut mengandung sisa bahan penyamak kimia seperti sodium sulfida, khrom, kapur dan amoniak.

Finishing (Pasca Penyamakan)

Finishing terdiri dari proses sammying (pengepresan), shaving (pencukuran), dan re-tanning.

Gambar 3. Proses Penjemuran Kulit
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018

  • Pada proses sammying, kulit hasil penyamakan yang telah di keringkan kemudian di press dengan mesin agar teksturnya rata.
  • Setelah kulit di press, kulit kemudian dicukur untuk menghilangkan sisa-sisa bulu yang mungkin masih menempel.
  • Tahap terakhir adalah re-tanning atau menyamak kembali. Pada tahap ini, kulit yang telah bersih kemudian di warna sesuai keinginan, dicuci, dan kemudian dimasukkan ke dalam alat penyamakan kembali untuk mengulangi proses penambahan bahan penyamakan. Fungsi dari re-tanning adalah agar kulit hasil penyamakan lebih kuat dan tahan lama (awet). Setelah itu, dikeringkan kemudian melalui tahapan sammying dan shaving lagi. Setelah kulit dipastikan sudah bersih, kulit di tes ketebalannya.
  • Agar kulit tetap lentur dan tahan lama, kulit dilapisi dengan minyak dan bahan lainnya. Setelah selesai semuanya, kulit kemudian di keringkan menggunakan alat vacum khusus dan dijemur.
  • Kulit siap digunakan untuk membuat berbagai macam produk kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *