Uncategorized

Sejarah Penyamakan Kulit dan Perannya dalam Membangun Kabupaten Magetan

Sudah sejak lama Kabupaten Magetan dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit. Kerajinan Kulit Magetan sudah terkenal memiliki kualitas dan kaewetan yang sangat baik namun dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan produk kulit dari daerah lain. Dibalik maju dan berkembangnya industri kerajinan kulit di Magetan, tidak dapat dilepaskan dari industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan.

Gambar 1. Penyamakan Kulit Magetan
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2018

SEJARAH

Industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan sudah ada dan berlangsung sejak tahun1830. Dipicu oleh berakhirnya Perang Diponegoro, para pengikut setia Pangeran Diponegoro yang tersebar di daerah timur sampai ke Magetan memulai usaha penyamakan kulit. Pada awalnya mereka membuat kerajinan kulit untuk perlengkapan berkuda dan berperang. Namun lama kelamaan usaha tersebut semakin berkembang, pernah sempat terhenti sementara pada masa pendudukan Jepang akan tetapi mulai bergeliat kembali setelah kemerdekaan Indonesia. Setelah masa kemerdekaan, para perajin kulit di Magetan mulai berani berkreasi dengananeka model kerajinan kulit seperti sepatu kulit dan sandal kulit.

Tercatat periode tahun 1950-1960 an adalah masa-masa keemasan industri kerajinan kulit magetan. Namun sangat disayangkan,pada tahun 1970-an industri kulit Magetan mengalami penurunan signifikan karena dipicu oleh semakin luasnya penggunaan barang berbahan dasar plastik serta kebijakan pemerintah pada saat itu yang memberi kebebasan ekspor kulit mentah seluas-luasnya. Hal ini berdampak pada industri kerajinan kulit dalam negeri yang semakin tidak berkembang.

DUKUNGAN PEMERINTAH

Seiring berjalanya waktu, pemerintah mencanangkan program REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun), mulai dibentuklah Departemen Perindustrian. Pemerintah mulai melakukan pembinaan untuk mengembangkan unit-unit usaha di daerah. Tidak terkecuali di Magetan, pemerintah mulai melakukan pembinaan dan pelatihan dasar untuk mengembangkan Industri Kerajinan Kulit Magetan. Pembinaan diberikan mulai dari ketrampilan dasar pembuatan kerajinan kulit dan pengembangan industri penyamakan kulit.Pada awalnya kegiatan penyamakan kulit di Magetan masih tersebar di daerah-daerah dan belum terorganisir dengan baik. Oleh karena itu gubernur Jawa Timur pada saat itu meresmikan Lingkungan IndustriKulit (LIK) di Magetan. Sebagai wadah berkumpul para pengusaha penyamakan kulit di Magetan.

Gambar 2. LingkunganIndustri Kulit (LIK) Magetan
Sumber: Anonim, 2017

Dengan dibangunya Lingkungan Industri Kulit (LIK), secara berangsur-angsur para penyamak kulit yang tersebar di Magetan mulai memindahkan kegiatan usahanya ke dalam lingkungan LIK. Usaha pemerintah ini terbukti berhasil. Karena dengan dibangunya LIK maka akan mepermudah dalam melakukan kegiatan pambinaan terhadap para perajin. Pemerintah mulai mendorong Industri Kulit Magetan dengan penerapan kegiatan industri berbasis teknologi. Sehingga Industri Kulit Magetan bisa menghasilkan produk kulit berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional.